7 Barang yang Tak Perlu Kamu Bawa Saat Kuliah di Luar Negeri

Biar efektif, ini barang-barang yang tak perlu kamu bawa saat akan berangkat kuliah di luar negeri

Mau liburan aja ribet siapin barang-barang bawaan, eh gimana kalau mau pindahan. Apalagi pindah buat kuliah di luar negeri. Flight sendiri pula. Hm... dari pada repot dan jadi gak enjoy, Vista Education punya tips nya loh !. Ini barang-barang yang sekiranya tak perlu kamu bawa saat berangkat nanti : 

1. Jangan membawa cairan berat dalam botol

Management perlengkapan mandi dan skincare. Kamu dapat memperkirakan mana yang harus dibawa mana yang tidak. Tapi jika kamu sangat suka dengan produk tersebut dan khawatir kesulitan mendapatkannya di negara tujuanmu, kamu boleh membawanya.

Eits, tapi kamu hanya boleh membawanya dalam jumlah yang cukup. Mungkin sekitar 3-4 minggu pertamamu disana. Waktu yang pas juga untuk beradaptasi dan mulai mengenal lingkungan sekitar. Setelah itu kamu sebaiknya mulai lebih explore dan membeli perlengkapan mandi disana. Barang kali ada yang lebih bikin glow up bukan?

2. Jangan membawa terlalu banyak sepatu

Untuk yang satu ini, ada baiknya kamu mencari tahu tentang kondisi cuaca di negara tujuanmu. Misalnya, jika cuaca disana terlalu dingin, membawa sepatu bot adalah ide yang bagus. Beberapa yang mungkin bisa kamu bawa yaitu 1 pasang alas kaki harian, 1 pasang sepatu luar ruangan / olahraga / hiking, 1 pasang alas kaki mandi, dan 1 sepasang alas kaki yang lebih bagus untuk tamasya atau magang

3. Jangan membawa pakaian yang tidak pantas secara budaya

Jika kampusmu terletak di daerah perkotaan, biasanya kamu tidak diijinkan untuk menghadiri kelas dengan megenakan sandal jepit, celana olahraga, hoodies, atau celana pendek. Kamu dianggap sudah dewasa dan profesional sehingga sebaiknya tak memakai pakaian seperti itu di kampus. Kamu boleh membawa beberapa, tapi jangan kamu kenakan saat kuliah, ya!

4. Tak perlu membawa buku

Meski kamu termasuk kutu buku, namun disarankan untuk tidak membawa buku saat akan kuliah di luar negeri. Buku-buku tersebut akan memakan banyak tempat dan beberapa di antaranya sangat berat. Karena kamu hanya akan membaca buku satu atau dua kali, ada baiknya untuk tidak mengemasnya. Sebagai pilihan, kamu bisa mendapatkannya versi online dari buku itu.

5.Hindari membawa banyak gadget elektronik (tidak perlu)

Saat mengemas gadget elektronik, kamu perlu memikirkan perangkat mana yang kamu butuhkan. Apakah kamu membutuhkan kamera, iPod, e-reader, dll.? Atau kamu akan baik-baik saja dengan membawa smartphone dan laptop saja? Jika iya, maka jangan lupa untuk membeli konverter / adaptor sebelum berangkat. Siapkan tas resleting yang bagus dan berkualitas atau penutup lain yang bisa diandalkan untuk menjaga barang-barang mu tetap aman.

6.  cemilan dan makanan yang terlampau banyak

Setiap negara memiliki jajanan yang unik. Jadi, kamu bisa mencoba beberapa untuk memutuskan mana yang lebih cocok dengan selera kamu. Sederhananya, jangan membawa makanan atau jajanan yang mudah didapat di sana. Sebaliknya, kemas bumbu dan perlengkapan memasak penting lainnya yang tidak akan tersedia di sana. Misalnya, kamu bisa membawa secukupnya sambal atau bumbu-bumbu masakan khas Indonesia.

7. Barang-barang mahal

Hal yang sangat penting untuk diingat adalah ada kemungkinan barang rusak, hilang atau dicuri bahkan hilang di bea cukai saat kamu belajar di luar negeri. Daripada membawa barang mahal, kamu bisa menyimpan foto orang yang kamu cintai dan pernak-pernik lainnya untuk menjaga nilai emosional. Kamu juga bisa menyiapkan barang-barang tertentu dalam versi murah namun fungsional seperti dompet, kacamata hitam, jam tangan, dll. Karena tidak akan membuatmu patah hati jika barang-barang tersebut hilang.

 

Kamu masih bisa membawa beberapa barang yang tidak penting dari rumahmu untuk mengatasi homesick. Kamu tidak harus sepenuhnya memisahkan diri dari mereka, hanya saja kamu harus pindah ke tempat lain. Jadi, kamu dapat menyimpan beberapa kenangan bersamamu karena hal itu mungkin akan menambah semangatmu dan memudahkan masa transisimu ke luar negeri. Yang terpenting adalah kamu harus fokus pada studimu. Jangan terlalu emosional sehingga membawa banyak barang, ya